Habar Uluh Itah

Kapal Ondrust Mendapat Perhatian Serius Oleh H.Gogo Purman Jaya,Langkah Pengangkatan Segera Disusun


Itahnews.com,MUARA TEWEH, 8 SEPTEMBER 2026 — Tokoh masyarakat dan pejabat Kabupaten Barito Utara meninjau lokasi tenggelamnya kapal bersejarah Ondrust yang tenggelam pada 26 Desember 1859, berada di perairan Das Barito sekitar 2,5 kilometer dari Kota Muara Teweh, pada Selasa (8/9/2026). Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Tokoh Nomor Satu Barito Utara H. Gogo Purman Jaya, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Priadi, serta ratusan anggota Organisasi Masyarakat Gabungan Suku Dayak Das Barito.
 
Dalam kunjungan tersebut, H. Gogo Purman Jaya menegaskan bahwa kapal Ondrust wajib segera diangkat ke permukaan mengingat nilai sejarah yang dimilikinya. "Kapal Ondrust harus diangkat karena merupakan destinasi dan peninggalan bersejarah yang tenggelam sejak 26 Desember 1859. Segala prosesnya perlu mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah serta instansi terkait," ujarnya. H. Gogo juga mengingatkan agar tidak menunda-nunda pelaksanaan pengangkatan: "Jika tidak segera diangkat, dikhawatirkan perubahan arus dan kondisi air dapat menutup kapal kembali, sehingga nilai sejarah yang terkandung di dalamnya dapat berkurang bahkan hilang."
 
Sementara itu, Kadisbudparpora Priadi menyatakan dukungan penuh dari sisi kebudayaan dan pariwisata. "Dari segi kebudayaan dan pariwisata, kapal Ondrust sangat perlu diangkat. Setelah kunjungan ini, kami akan segera menyusun strategi dan langkah-langkah teknis untuk pelaksanaan pengangkatan kapal tersebut," ungkapnya.
 
Gusti Adiansah, Ketua Umum Organisasi Gabungan Suku Dayak Das Barito, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian yang diberikan oleh H. Gogo Purman Jaya beserta jajaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. "Kunjungan hari ini merupakan langkah awal dan kelanjutan arahan Bapak Bupati Barito Utara untuk segera membentuk tim pelaksana guna mengangkat kapal bersejarah ini," jelas Gusti Adiansah.
 
Selain pejabat dan tokoh masyarakat, kegiatan peninjauan lokasi tersebut juga dihadiri oleh Ketua KNPI Barito Utara Arif Ramadhan, perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Barito Utara Dayat Sapitri, serta ratusan anggota organisasi masyarakat yang hadir untuk memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah Perang perlawanan Terhadap Penjajahan Belanda di Daerah Das Barito.
(Icha). 

(AF/Redakasi).