Habar Uluh Itah

“Pulangnya Seorang Bapak: Hangatnya Sambutan untuk Bupati Shalahuddin di PUPR Kalteng”


Itahnews.com,Senin, 30 Maret, suasana di kantor Dinas PUPR Kalimantan Tengah berubah menjadi penuh kehangatan dan haru. 

Senyum lebar menghiasi wajah para pegawai saat sosok yang begitu mereka kenal, H. Shalahuddin, memasuki halaman kantor dengan langkah tegap namun tetap santun.

Kini menjabat sebagai Bupati Barito Utara, kehadiran beliau bukan sekadar kunjungan pejabat daerah. Bagi keluarga besar PUPR Kalteng, Shalahuddin tetaplah sosok “Bapak” yang pernah berjuang bersama, memimpin dengan hati, dan membangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kebersamaan.

Antusiasme terlihat jelas. Para pegawai berbondong-bondong menyambut, berebut untuk sekadar bersalaman dan menyapa. Suasana cair tanpa sekat formalitas. Sapaan hangat seperti 

“Sehat, Pak?” dibalas dengan senyum khas dan tepukan bahu yang penuh makna, menciptakan momen emosional yang tak terlupakan.

Kunjungan ini terasa seperti kepulangan seorang anggota keluarga. Tawa pecah saat kenangan lama kembali dihidupkan—kisah perjuangan membangun Bumi Tambun Bungai yang kini menjadi bagian dari sejarah bersama.

Momen paling menyentuh terjadi saat adzan berkumandang. Tanpa ragu, Shalahuddin melangkah menuju mushola kantor—tempat yang dahulu menjadi saksi sujudnya di sela kesibukan dinas. Bersama para pegawai, beliau berwudhu dan menunaikan sholat berjamaah.
Pemandangan tersebut menghadirkan suasana religius yang mendalam. Dalam barisan shaf yang rapi, terasa aliran rasa syukur dan kebersamaan yang begitu kuat. Kehadiran beliau di tengah-tengah mereka menegaskan bahwa jabatan tinggi tidak menghapus kerendahan hati dan ikatan emosional dengan tempat yang pernah menjadi rumah pengabdian.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan sejati meninggalkan jejak lebih dari sekadar pembangunan fisik. Shalahuddin menunjukkan bahwa kedekatan, ketulusan, dan nilai kemanusiaan adalah warisan yang paling abadi.
Jabatan boleh berganti, jarak boleh memisahkan, namun rasa hormat dan kekeluargaan akan selalu menjadi jembatan yang menghangatkan setiap langkah pulang.

(AF/Redaksi).