Shalahuddin: Menghidupkan Spirit Al-Ayyubi di Tepian Barito
Font Terkecil
Font Terbesar
Itahnews.com,Bulan Suci Ramadhan kembali menyapa tanah Barito Utara, membawa angin kedamaian yang menyentuh relung hati setiap insan. Di momen mulia ini, Bupati Shalahuddin mengajak seluruh masyarakat untuk menundukkan hati, meneladani kerendahan hati, serta memperkokoh keteguhan iman.
Bagi beliau, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum krusial untuk penyucian jiwa dan penguatan solidaritas sosial.
Madrasah Kepemimpinan dan Empati
Inspirasi dari sang pembebas agung, Salahuddin Al-Ayyubi, terpancar nyata saat sang Bupati turun langsung ke tengah masyarakat. Beliau memastikan warga yang paling membutuhkan dapat menjalani ibadah dengan tenang. "Ramadhan adalah madrasah kepemimpinan. Ia mengajarkan disiplin, empati, dan ketulusan hati untuk melayani sesama tanpa mengharap imbalan," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak terletak pada takhta kekuasaannya, melainkan pada kemampuannya merasakan penderitaan rakyat dan bergerak cepat untuk meringankannya.
Menjalin Persatuan, Membangun Keadilan
Di tengah syahdunya suasana tarawih di masjid-masjid Barito Utara, semangat persatuan yang dahulu digaungkan Al-Ayyubi kini dihidupkan kembali dalam bingkai kebersamaan warga.
Shalahuddin memahami bahwa memimpin adalah memikul amanah, bukan menumpuk kuasa. Layaknya sang panglima yang membebaskan Yerusalem tanpa dendam, Bupati Shalahuddin melangkah dengan semangat rekonsiliasi. Ia menanamkan bahwa perbedaan di Barito Utara adalah kekayaan. Ia merangkul semua golongan, memastikan keadilan sosial mengalir dari pusat kota hingga desa terpencil—seperti aliran Sungai Barito yang tak pernah pilih kasih dalam memberi kehidupan.
Warisan dalam Bentuk Pengabdian
Keberanian beliau tidak terletak pada pedang, melainkan pada ketegasan memberantas ketimpangan. Meski pembangunan fisik terus digenjot, ia jauh lebih mengutamakan pembangunan jembatan kepercayaan antara pemerintah dan warga.
Dalam kesederhanaannya, ia mencerminkan karakter Al-Ayyubi yang tak silau oleh kemewahan. Baginya, kemegahan sejati seorang pemimpin diukur dari: Tercukupinya kebutuhan sandang dan pangan rakyat. Akses pendidikan yang merata. Kebahagiaan masyarakat yang sejahtera.
Memasuki bulan suci ini, Bupati Shalahuddin berharap semangat Ramadhan—disiplin, kejujuran, dan kasih sayang—terus tertanam menjadi landasan dalam membangun Barito Utara yang lebih berkualitas dan berkeadilan. Karena bagi beliau, warisan terbaik bukanlah monumen beton, melainkan jejak kebaikan yang abadi di hati rakyat.
(AF/Redaksi).